Tataplah Mataku, Sayang!

Tataplah Mataku, Sayang!
Karya: Desita Putri H

Sepasang kekasih sedang mengadu cinta di bawah naungan pohon cemara. Saat itu suasana di taman begitu sepi, angin bertiup semilir dan mentari bersinar hangat, membuat suasana menjadi romantis. Sepasang sekasih itu sudah menjalin hubungan selama bertahun tahun.
Tiba-tiba si pria merasa bimbang akan perasaan kekasih hatinya. Ia pun ingin membuktikan kebenaran cinta pasangannya di bawah pohon itu. Dan berkatalah si pria,
Duhai kasihku, jika kau benar mencintaiku, maka tataplah mataku!” Si gadis menatap mata kekasihnya. Namun kemudian ia berkata,
“Kekasihku, bagaimana aku bisa menatap matamu jika kau saja tidak mau menatapku.” Si pria merasa aneh pada pertanyaan kekasihnya.
Kekasihku, kita sudah bersama selama bertahun-tahun, tapi mengapa kau tak kunjung mengerti?” Belum selesai kalimat si pria, kekasihnya memotong,
“Aku tak bisa menatap mata seseorang yang kucintai jika mata orang tersebut memandang entah kemana. Itu menyakitkan sayang”
Si pria sudah tak tahan lagi dengan tolakan kekasih hatinya. Ia pun mulai menangis. Sambil menangis, ia berkata pada si Gadis,
“Duhai kekasihku, pujaan hatiku. Meski aku tak pernah berhenti menatap matamu. Kau tak akan tahu apa yang sedang ku pandang, karena aku ini juling sayang.”

0 comments: