Hai para pembaca ANOTHER THINGS! Aku berencana menge-post beberapa cerita pendek di blog ini. Bukan hanya untuk promosi tapi juga sebagai dokumentasi. Memang ceritanya belum siap tayang alias sedang dalam tahap pembuatan, hasil akhir, menarik atau tidak itu tergantung pembaca. walau bagai mana pun, pembaca adalah juri utama.
Aku berencana
membuat sebuah cerita horror. Tapi selalu gagal bila kubuat menjadi cerpen, dan
selalu putus di tengah jalan bila kubuat novel. Aku membutuhkan lebih banyak
kata untuk menuangkan apa yang ada di kepalaku ini agar menjadi sebuah cerita. Tapi
juga sedikit saja agar tak buntu di tengah jalan. Banyak komentar yang
bermunculan, misalnya:
“Bagus, tapi
plotnya terlalu terburu-buru.”
“Seramnya kurang
terasa.”
“Kurang
menegangkan.”
Atau yang lebih
buruk bila ada yang mengatakan,
“Nggak berkesan
sama sekali.”
Untung tak ada
yang mengucapkan yang terakhir. Meski komentar-komentar mereka berusaha tak membuatku
tersinggung alias bohong.
Tapi kini aku
belajar untuk menuangkan ide ini secara pelan-pelan. Sebentar-sebentar membaca
kembali tulisan sebelumnya agar alur cerita tak melenceng dari bayangan. Kadang
melamun sebentar memikirkan bagaimana meneruskan cerita bila tiba-tiba buntu di
tengah jalan. Kalau kepala sudah terasa berat serasa berdenyut keras seperti
dentuman lagu Metal Rock hingga otak seperti akan mencuat keluar. Aku istirahat
tidur dan — biasanya tak segera bangun hingga esok hari.
Esoknya, aku
telah melupakan apapun yang kupikirkan kemarin. Sehingga pasti ceritanya akan
menjadi berbeda dari sebelumnya. Begitu seterusnya hingga saat cerita telah
selesai dan aku membaca lagi aku pasti akan langsung berkomentar,
“Luar biasa!
Bagaimana mungkin aku bisa membuat cerita panjang yang begitu sulit dimengerti akal
sehat ini?”
Setelah
mengatakan itu aku pasti langsung mengunci diri di kamar dan terpuruk oleh
kenyataan yang mengatakan bahwa aku memang orang yang sama sekali tak berbakat
dalam hal menulis. Dan hal-hal lain yang yang berhubungan dengan sastra, seni,
dan olah raga. Yang kukuasai mungkin hanya bakat makan banyak dan tidur.
Pernah sekali
berniat membuat cerita tentang kisah hidupku yang luar biasa (menurutku). Tapi
aku takut komentar “tak berkesan” itu akan banyak terlontar dari pembaca. Maka
kubatalkan rencana itu sebelum jari-jari uncontrolled
di tangan ini mulai menekan tombol keyboard
dan menuliskan apapun yang bahkan aku pun tak bisa mengerti tulisanku sendiri.
Cukup sudah basa
basinya (yang benar-benar garing). Langsung menuju pembahasan cerita.
Cerita pendek yang akan ku-post kubuat bersetting di luar negeri. (saat ini cerita bersetting luar negeri
memang sedang trend). Selain itu, cerita yang mengharuskan pembaca
menebak-nebak cerita juga menjadi favorite (Apalagi yang menegangkan).
Aku juga bukan
orang yang suka menulis cerita romantic, atau cerita-cerita bahagia yang mengisahkan cinta para remaja. Walau banyak yang mengatakan aku lebih baik dalam genre
yang satu itu. Terutama bakat ‘ngegombal’ yang sering membuat teman-teman
perempuanku bergidik (maaf, bukan maksudku menyombongkan diri).
Tapi atas
inisiatif penasihatku, (Kucingku) akhirnya aku memutuskan akan membuat cerita dengan
tiga genre; horror, romantic, dan comedy. Masing-masing satu (kalau lebih dari
itu, otakku takkan mau kembali ke tongkorakku lagi, dan kabur merantau menyeberang
lautan seperti Frankenstein).
Meski ditemani
tekanan batin yang takut kalau-kalau pembaca takkan menyukainya, aku tetap
meneruskan menulis. Dengan dorongan semangat dari dua sahabatku (kedua
kucingku) yang selalu menemaniku menulis cerita ini.
Baiklah! Sekian basa-basinya. Aku tak tahu kapan cerita akan siap disajikan tapi kuharap para pembaca ANOTHER THINGS bersedia menanti untuk mengikuti (Mengharap).
Sekian.
Matur sembah nuwun :)