Jengkel

Bukannya gejolak ini tak bisa terhenti

Tak pernah bermaksud memuntahkannya
Tapi bukan berarti harus menyimpan
Toh ada kehendak tuk menguasai

Hey! Dengarkanlah!
Bermain boleh saja
Izin tersedia mau saja mengikutinya
Bila berjalan menembus pagar
Tak mau tahu tinggalkan semua

Pintuku terbuka lebar
Menganga datanglah suka ria
Berbunga bersama ceria

Gejolak menari bersama suasana
Gejolak tersentuh gejolak melenguh
Binasalah suka cita
Tutuplah pintu berbunga

Bukannya gejolak terbakar
Tapi gejolak menangis
Enyahlah suka cita
Sambut sakit derita

DePH ~ [15 Oktober 2011]


Dengungkanlah hey bajingan
Apa yang kalian suka dariku
Hingga tak rela melepaskanku pergi
Apa yang kalian benci dariku
Hingga mencampakkanku dan memperbudakku

Mengapa kalian suka mengumbar janji
Kalau kalian tak pernah bersedia untuk memenuhi
Dan mengapa kelicikanmu tak pernah habis
Untuk memanfaatkan orang-orang baik yang bodoh

Dengarkanlah suara makianku padamu
Ah, tapi kalian tuli
Kalau begitu lihatlah betapa matinya wajah ini
Tapi kalian buta
Cobalah raba luka yang kau pahat di raga ini
Sayangnya saraf kalian tak berfungsi lagi

Oh, wahai para pujangga bijaksana
Pinjamkan aku kata-katamu untuk mereka
Mereka yang hidup dengan memakan kebusukan
Mereka yang tidur berselimut tangis
Agar mereka mendengar
Semua hal buruk yang telah mereka kerjakan

~DePH~


Katakanlah padaku wahai penguasa bui
Apa yang sesungguhnya kalian peroleh
dari mengurung para sampah?
Ah, persetan dengan semua peraturanmu
Apalah gunanya bila hanya menguntungkanmu

Enyahlah hey kalian para bedebah
Tak lelahkah kalian menelan kebusukan kalian sendiri?
Oh, tentu saja
Kalian bahkan tak tahu bahwa itu busuk

Kumohon
Lepaskan semua merpati dari belenggumu
Biarkan mereka meregangkan sayap mereka
Meski sayap itu lumpuh, biarkan mereka terbang
Terbang dengan jiwa mereka
Bukan dengan cambukmu

Oh, ya ampun

Kalian baru saja menyebutku keledai
Keledai kecil yang tak berguna
Tapi sejujurnya, kalian suka 'kan?
Memperbudak keledai kecil ini?


~DePH~